Pages

Selasa, 04 Juni 2013

10 Alasan Jose Mourinho Akan Sukses Di Liga Inggris

42coverajmasdli.jpeg Tidak ada yang special dengan kejadian ini. Semua biasa saja dan memang sudah menjadi rahasia umum. Bahkan saya sudah menulis “10 Alasan Jose Mourinho Akan Meninggalkan Real Madrid Di Akhir Musim” pada bulan Desember 2012. Apakah saya cenayang? Tentu bukan. Bukan saya yang memilih judul tersebut. Namun demikian, artikel tersebut bisa dibuat karena memang sudah ada bau-baunya.
Peristiwa yang biasa ini menjadi besar karena Jose Mourinho bukanlah pelatih yang baru bagi Chelsea. Dan dengan kedatangannya, public Stamford Bridge tentu berharap sang Special One bisa kembali memberikan kejayaan bagi The Blues seperti sedia kala.
1. He Has Done It Before
Di tahun 2004, Jose Mourinho datang ke Stamford Bridge dan secara resmi ditunjuk sebagai pelatih Chelsea. Datang dari Porto, ia membawa berbagai medali yang ia dapatkan oleh hasil kerja baiknya. Dan tentu, yang terpenting, medali UEFA Champions League.
Singkat cerita, ia pergi di tahun 2007 akibat slek dengan Roman Abramovich. Dan semenjak itu, Chelsea seperti anak yatim-piatu yang terus menerus bergonta-ganti kepala keluarga. Mereka terus melakukan pergantian pelatih meski meraih gelar juara. Tidak ada pelatih yang bisa menjabat dengan masa jabatan yang selama Jose.
Dipersingkat lagi, sekarang ia telah kembali. Kembali ke tempat dimana ia mengakhiri puasa gelar juara Liga Inggris dari sebuah klub yang bertahan selama setengah abad. Kembali ke tempat dimana ia dipuja-puja oleh para fans. Kembali ke tempat dimana banyak orang yang mendoakannya meski ia mengadu nasib di Madrid dan Milan.

2. Mourinho Strikes Back
Tidak ada orang yang ingin gagal. Namun tentu kita semua ditakdirkan untuk gagal. Begitupun dengan Jose Mourinho. Meski ia adalah seseorang yang special, ia pada akhirnya mendapati sebuah tim dimana ia pergi tanpa dirindukan kehadirannya. Dan tempat “terkutuk” itu bernama Real Madrid.
Ketika ia datang ke Chelsea pada tahun 2004, ia mengatakan bahwa ia tidaklah arogan karena datang dengan gelar UEFA Champions League yang ia rengkuh bersama FC Porto. Namun sekarang, tentu ia tidak bisa berkata seperti itu. Semenjak tahun 2003, baru pertama kali ia merasakan apa yang namanya nil gelar.  Tak ada satupun gelar yang ia raih.
Bersama Chelsea, ia pasti sangat bernafsu untuk mengembalikan nama baiknya yang telah dirusak oleh para pemain-pemain bergelimang harta di ibukota Spanyol.  Dan motivasi ini yang harus diwaspadai oleh para lawan-lawan Chelsea.
3. Chelsea’s Young Guns
Di tahun 2004, Jose Mourinho datang dengan satu mandat dari sang bos besar, Roman Abramovich. Ia ditunjuk untuk melakukan revolusi agar Chelsea bisa menjadi juara. Membongkar skuad yang ada, dan diganti oleh pemain-pemain yang sesuai dengan keinginannya. Oleh sebab itu ia menghabiskan 70 juta Poundsterling untuk mendatangkan Didier Drogba, Michael Essien, Petr Cech, Arjen Robben, dan lain-lain. Dan terbukti, pembeliannya jauh lebih berguna ketimbang 50 juta Pounds untuk satu orang striker.
Di tahun 2013, Jose Mourinho datang dengan satu mandat dari sang bos Besar, Roman Abramovich. Ia ditunjuk untuk kembali membawa Chelsea ditakuti seperti sedia kala. Ia tidak perlu membongkar skuad yang ada secara besar-besaran. Dengan keberadaan Eden Hazard, Oscar, Juan Mata, dan pemain-pemain lainnya, Chelsea yang sekarang bisa dibilang sudah matang. Pemain-pemain yang mereka miliki sudah merupakan tim yang solid secara kualitas dan kerja sama.
4. Kami Dibelakangmu, Jose!
Saya adalah satu diantara banyak orang yang menganut paham Football is Nothing Without Fans. Dunia Hooligans, Ultras, dan Barra Brava merupakan hal yang membuat saya bisa berjam-jam menyendiri untuk mendalaminya. Pemain ke-12. Ya! Saya 100% setuju.
Pelatih terakhir Chelsea sebelum Jose Mourinho merupakan salah satu pelatih paling kasihan yang pernah saya lihat. Sudah statusnya hanya sebagai interim, ternyata ia tidak didukung oleh para fans Chelsea. Bahkan ia dihina-hina dan sudah disuruh keluar sejak hari pertama. Miris.
Namun demikian, tanpa dukunganpun ia ternyata berhasil membawa Chelsea menjuarai Europa League dan secara sukarela membawa The Blues ke peringkat tiga klasemen akhir yang artinya lolos ke UEFA Champions League 2013/2014.
Logikanya begini. Tanpa dukungan saja, Rafael Benitez bisa membawa Chelsea menjadi juara. Lalu bagaimana dengan Jose Mourinho yang akan mendapatkan dukungan penuh dari public Stamford Bridge?
5. Roman’s Power
Mungkin saya memang berkata bahwa Jose sebenarnya tidak perlu lagi membeli pemain karena skuad yang sekarang dimiliki Chelsea sudah kuat. Namun tentu setiap pelatih memiliki pemikirannya sendiri. Dan sangat tidak mustahil jika Mou akan membeli beberapa pemain untuk menyempurnakan taktik yang ia miliki.
Dan Roman Abramovich pasti akan secara sukarela mengelontorkan uang demi hasrat Jose tersebut. Apalagi ia telah kembali mendapatkan hasratnya untuk membeli pemain secara jor-jor an setelah menjuarai UEFA Champions League dua tahun lalu. Selain itu, tentu ia tidak mau kalau harus kalah tenar dibandingkan sugar daddy lainnya. Maklum, rivalitas gengsi antar sugar daddy memang keras.
6. Rebuilding The Bridge
Di tahun 2005, Jose Mourinho berhasil membawa Chelsea menjuarai Barclays Premier League untuk yang pertama kalinya dalam 50 tahun. Hebatnya lagi, The Blues yang ketika itu meraih 95 poin dinobatkan menjadi tim yang meraih poin terbanyak sepanjang sejarah BPL dalam satu musim.
Peraihan poin sebanyak itu tentu tidak akan dapat diraih jika ia tidak konsisten meraih kemenangan. Dan kemenangan tentu tidak dapat diraih jika mereka tidak memiliki lini belakang dan lini depan yang sama hebatnya. Terbukti, mereka adalah tim pemegang rekor jumlah kebobolan paling sedikit dalam satu musim setelah hanya kemasukan 15 gol sepanjang musim.
Sesuai dengan tipikal Jose yang gemar memainkan sepakbola “negative” , Chelsea yang sekarang telah memiliki lini pertahanan yang solid. Di musim 2012/2013, mereka menjadi tim ketiga dengan pertahanan terbaik di BPL setelah Manchester City dan Arsenal. Ibarat sedang memiliki peluang mencetak gol, saat ini kondisi pertahanan Chelsea sedang berada di posisi Fernando Torres setelah melewati David De Gea.  Tinggal bagaimana penyelesaian akhirnya saja.
7. Goodbye Sir Alex!
Berhasil atau tidaknya Jose Mourinho tentu juga akan dipengaruhi oleh performa tim-tim lain. Oleh sebab itu, mulai dari nomor ini sampai habis, saya akan sotoy-sotoy an tentang tim lain yang juga dijagokan untuk menjadi juara.
Menjadi tim tersukses sepanjang sejarah Liga Inggris, terutama di era Barclays Premier League, anda tidak bisa seenaknya mencoret Manchester United dari daftar contender. Namun Jose bisa sedikit lega karena Sir Alex Ferguson tidak akan lagi berada di touchline untuk beradu mulut dengan dirinya.
Saya bukannya memandang remeh David Moyes. Namun perlu diperhatikan bahwa pergantian pelatih pertama setelah 26 tahun tentu akan memberikan efek cukup besar bagi United. Pertanyaannya sekarang, akan seperti apa efek yang terjadi? Bisa positif, tapi tentu bisa juga negative. Dan satu hal yang pasti, semua membutuhkan proses. Selama apa proses yang dibutuhkan United? We’ll see.
8. You Noisy Bast*rd!
Kalau dilihat dari peringkat di akhir musim, jelas Manchester City tidak bisa dibilang gagal sama sekali. Namun jika melihat bahwa mereka adalah juara Barclays Premier League musim 2011/2012, segala kegagalan yang mereka alami di musim lalu jelas adalah sebuah kegagalan. Dan pada akhirnya, Roberto Mancini harus membayar biaya iklan di sebuah surat kabar Inggris untuk berterima kasih kepada pendukung City.
Meski belum resmi, namun kemungkinan besar mereka akan ditukangi oleh Manuel Pellegrini. Dan jelas semua tergantung dari mantan pelatih Real Madrid tersebut. Jangan sampai ia menyia-nyiakan uang Sheik Mansour seperti yang dilakukan oleh Mancini di musim lalu kalau tidak mau menjadi penyakitan di Liga Inggris.
9. Liverpool? Haha
Seperti biasanya, jelas anda tidak bisa mencoret Liverpool dari penantang peraih gelar juara Barclays Premier League setiap musimnya. Mereka adalah klub dengan sejarah yang gemilang. 18 gelar Liga Inggris dan 5 gelar UEFA Champions Leage. Anda berani melupakan sejarah?!?! Beradu argument saja sana dengan Bung Karno.
Dibawah Brendan Rodgers, Liverpool mencoba menerapkan tiki-taka sebagai pola permainan. Mengaplikasikan taktik yang digunakan oleh tim terbaik dalam satu dekade terakhir, FC Barcelona. Namun tentu tidak semudah itu menerapkan apa yang telah dibangun oleh Barca selama belasan tahun.
Liverpool sebenarnya memiliki keunggulan. Mereka bisa lebih fokus ketimbang tim-tim lainnya karena tidak akan berlaga di kejuaraan Eropa. Tetapi perlu disadari juga bahwa berlaga di kejuaraan Eropa sebenarnya bisa menjadi penggambaran kualitas sebuah tim #JustSaying
10. Arsenal Is Being Arsenal
Ya. Tidak ada yang berubah semenjak Mourinho pergi dari Chelsea di tahun 2007. Arsenal masih dilatih oleh Arsene Wenger, dan mereka masih tetap belum meraih gelar juara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text

Sample Text

 
Blogger Templates