Pages

Selasa, 04 Juni 2013

10 ALASAN JOSE MORINHO WAJIB BALIK KE LIGA INGGRIS

9amwbki2.jpg Mungkin tidak akan ada yang membaca artikel saya ini. Disaat berita tentang keputusan Sir Alex Ferguson untuk pensiun menjadi semacam ujian penulis-penulis sepakbola untuk menentukan angle, saya malah menulis tentang Jose Mourinho. Anti-mainstream? Semoga.
Tapi, saya yakin juga banyak dari kalian yang pasti merasa gerah dan bosan dengan berita-berita tentang Fergie. Entah kalian memang tidak terlalu peduli dengan klub lain, atau kalian memang memiliki dendam pribadi dengan  pelatih yang telah menjadi manager di Manchester United selama 26 tahun tersebut. Yang jelas, saya disini untuk memberikan yang berbeda. Lupakan Sir Alex, dan sambutlah Jose Mourinho!!!
1. There’s Nothing Left In Madrid
Rasanya, baru kali ini saya lihat Jose Mourinho “gagal” dalam melatih sebuah klub. Kita memang nampaknya sudah terbiasa untuk melihat seorang Mou berhasil meraih kesuksesan dengan tim yang ia latih. Itulah salah satu alasan mengapa ia disebut The Special One.
Sekarang, kondisi di Real Madrid sudah tidak lagi memungkinkan ia untuk melatih disana. Kondisi internal yang buruk, gagal total diseluruh ajang, dan tingkah lakunya yang dibenci oleh publik Spanyol membuat ia seakan-akan memang sedang didorong untuk segera angkat kaki dari Santiago Bernabeu.
Tidak ada lagi yang tersisa di Real. Yang ada hanyalah rasa benci dan keinginan untuk menendang jauh-jauh Jose Mourinho ke dasar bumi yang paling dalam seraya berkata, “This is Madriddddd!!!!!!!!!”
2. You’ve Tried Everything You Could, Mou
Harus saya akui, Jose Mourinho memang salah satu pelatih dengan tingkat arogansi paling tinggi diantara ribuan pelatih lainnya di dunia. Namun demikian, harus saya akui juga bahwa ia pantas untuk bersikap demikian. Ia menunjukkan kearogannannya bukan semata-mata karena hanya ingin tampil di TV, namun karena memang ia merasa ia pantas untuk bersikap seperti itu.
Siapa yang berani menyangkal? Ia telah berhasil membawa FC Porto juara UEFA Champions League di mism 2003-2004, membuat Chelsea meraih gelar Barclays Premier League untuk yang pertama kali setelah vakum selama setengah abad, dan membawa Internazionale Milan meraih Treble Winners di tahun 2010.
Sedangkan di Madrid, ia sebenarnya bisa dibilang “gagal”. Mengapa demikian? Karena Real Madrid ini sedikit berbeda dengan tiga klub yang ia latih sebelumnya. El Real sudah memiliki sejarah panjang akan gelar sebelum ia datang di tahun 2010. Dan hasilnya? Hanya satu gelar La Liga, satu gelar Copa Del Rey, dan satu gelar Supercopa De Espana yang berhasil ia sumbangkan. Jauh dibawah target para Madridista
3. Sudah Waktunya
Ada yang unik dari sejarah kepelatihan Jose Mourinho. Ia tidak mungkin bisa menjadi setara dengan Sir Alex Ferguson yang melatih selama 26 tahun. Bukan karena ia tidak mampu, namun karena memang ia tidak mau. Mungkin ia memang tipe orang yang tidak betahan dan selalu ingin mencari tantangan baru. Semoga saja suatu saat nanti ia melihat Liga Indonesia sebagai sebuah tantangan besar.
Coba lihat saja sejarahnya melatih klub-klub sebelum Real Madrid. Benfica (2000), Uniao de Leiria (2001-2002), FC Porto (2002-2004), Chelsea (2004-2007), dan Internazionale Milan (2008-2010).
Berarti, sejauh ini ia paling lama hanya melatih sebuah klub selama tiga tahun. Lalu bagaimana dengan Real Madrid? Well, ini adalah musim ketiganya melatih di Madrid. Jadi, kalau dilihat dari sejarah diatas, maka jelas bahwa ini adalah waktu yang sangat tepat untuk tetap mempertahankan konsistensi dan harga dirinya yang tinggi.
4. Selamatkan Sepakbola Inggris!
Tolong Jose, selamatkanlah sepakbola Inggris dari kehancuran. Saat ini, persepakbolaan Inggris sedang meretas jalan menuju mediokritas layaknya sepakbola Italia. Bukan soal ketatnya persaingan atau jumlah banyaknya pemain bintang, namun ini karena soal ketidakmampuan mereka bersaing dengan klub-klub lain ketika berlaga di ajang Eropa.
Manchester City? Juara Barclays Premier League musim 2011/2012 itu tak sekalipun menang pada babak penyisihan grup. Manchester United? As usual, mereka selalu menyalahkan wasit sebagai biang kekalahan. Arsenal? Patut diacungi jempol setelah berhasil mengalahkan FC Bayern, namun tetap saja terhenti di babak 16 besar. Chelsea? Meski berstatus sebagai juara bertahan, tapi mereka malah mempermalukan diri dengan tidak lolos babak penyisihan grup. Liverpool? Errrrrrrrrrrrrrrrr.
5. Italy? Pfffttttt
Jadi, akhir musim ini, kontrak Jose Mourinho bersama Real Madrid akan berakhir. Pertanyaannya, kemana ia akan berlabuh setelah melepas jabatannya di El Real? Secara, ada banyak klub yang sangat ingin meminangnya sebagai pelatih.
Chelsea? Kemungkinan besar sih kemari ya. Manchester United? Kasihan juga David Moyes. Arsenal? Nampaknya mereka masih memegang teguh iman kepada Arsene Wenger. Manchester City? Belum, mereka belum akan memecat Roberto Mancini. Liverpool? Saya sendiri tidak yakin Jose Mourinho mau berebutan posisi ini dengan Rafael Benitez.
Sekarang, mungkin anda bertanya-tanya kenapa semua klub yang saya sebutkan adalah klub asal Inggris. Lah emang mau kemana lagi selain ke Inggris? Tanpa mengurangi rasa hormat, Liga Italy memang bukan liga yang memiliki kualitas untuk seorang Mou. Lagipula baik Juventus, AC Milan, ataupun Internazionale Milan juga nampaknya masih nyaman dengan pelatih mereka masing-masing saat ini. Jadi cukup mustahil jika Mou akan menangani klub asal Italy.
6. PSG? Not Now
Selain klub-klub Inggris dan klub Italy, ada satu klub yang sebenarnya memiliki kemungkinan besar untuk menggaet Jose Mourinho sebagai nahkoda mereka. Siapakah gerangan? Hah?! Barcelona?! Talk to my hand, mate.
IMHO, satu-satunya klub di luar seluruh klub tadi yang bisa menjadi tempat sempurna bagi Jose adalah sang klub “raksasa” asal Prancis, Paris Saint-Germain. Saya yakin kalian juga tidak terkejut ketika saya menyebut PSG. Secara keuangan, mereka mempunyai lebih dari cukup untuk menggaji Mou. Secara target, mereka cukup menantang bagi para pelatih. Dan secara kualitas pemain, mereka memiliki banyak pemain yang rasanya bisa memuaskan Jose.
Namun demikian, saya menilai kepindahan ini belum akan terjadi dalam waktu yang dekat. PSG baru saja menjuarai Ligue 1 bersama Carlo Ancelotti. Pencapaian mereka di UEFA Champions League musim ini juga tidak terlalu buruk. Jadi rasanya memang belum saatnya bagi Jose untuk pindah ke Prancis.
7. Kasihan Itu Chelsea
Sudahlah. Kalian tidak kasihan apa melihat Chelsea sekarang? Mereka kehilangan salah satu pelatih kesayangan mereka, Roberto Di Matteo, di awal musim. Sialnya lagi, yang menggantikan adalah salah satu pelatih yang mereka benci. Dan itupun hanya bersifat interim! Ini berarti, The Blues akan memiliki pelatih baru di musim depan.
Biarkanlah mereka bergabung kembali dengan pelatih yang mereka cintai. Mereka sudah terpisah selama lima tahun!! Sekali lagi saya mohon, biarkan cinta mereka kembali bersatu. Bukankah kita memang diciptakan untuk saling melengkapi? :’)
8. Alex, Want You!
Well, memang sekarang kita semua tahu bahwa ternyata yang menggantikan Sir Alex Ferguson adalah David Moyes. Pelatih asal Skotlandia yang memang sudah sejak lama diisukan untuk menjadi penerus SAF ketika ia pensiun.
Namun tetap saja, “the new Manchester United” butuh tantangan untuk tetap membuktikan diri mereka masih merupakan tim yang besar tanpa kehadiran Fergie di touchline. Dan kedatangan Jose Mourinho bisa menjadi sebuah tantangan yang teramat besar bagi United. Siapapun tahu betapa perkasanya Mou ketika melatih Chelsea lima tahun silam.
9. Arsenal dan Liverpool Butuh Rival
Ya ya ya. Saya mengerti kenapa banyak pendukung Arsenal dan Liverpool yang merasa amat senang ketika Sir Alex Ferguson menyatakan akan pensiun. Diluar alasan benci akan sikap Fergie yang terkadang meledak-ledak dan selalu menyalahkan wasit, bisa dibilang kepergian sang Gaffer akan membuka kemungkinan membuat kekuatan Manchester United berkurang. Dan dengan alasan tersebut, kedua fans klub tersebut sama-sama merasa bahagia karena mereka merasa akhirnya bisa menjadi juara Barclays Premier League musim depan.
Eittssss, tunggu dulu! Kalau Jose Mourinho benar-benar datang untuk menukangi Chelsea, rasanya kalian harus mengubur mimpi kalian dulu deh. Jose jelas bukan pelatih sembarangan. Ia pernah dua kali menaklukan Liga Inggris semasa melatih Chelsea. Jadi sepertinya keberadaan Jose memang dibutuhkan agar Arsenal dan Liverpool tidak meraih gelar juara semudah yang mereka perkirakan.
10. You’re The Special One
Well, you’re the special one. Tidak ada tempat lain yang lebih cocok selain Inggris. Tempat dimana para pemain-pemain kelas dunia berkumpul, tempat dimana persaingan meraih gelar juara sangat ketat, dan tempat dimana para jurnalis sangat memperhatikan perilaku seorang pelatih. Persis seperti apa yang Jose butuhkan: berada di page-cover koran :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text

Sample Text

 
Blogger Templates